Ayam kampung adalah sebutan di Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak ditangani dengan cara budidaya massal komersial serta tidak berasal usul dari galur atau ras yang dihasilkan untuk kepentingan komersial tersebut.
Ayam kampung tidak memiliki istilah seperti pedaging ataupun petelur, hal ini disebabkan karena ayam kampung bertelur sebagaimana halnya hewan unggas dan juga mempunyai daging selayaknya hewan unggas konsumsi pada umumnya. Nama ilmiah untuk hewan unggas yang satu ini adalah "Gallus Domesticus". Sementara di Makassar dalam bahasa Tradisional Makassar dinamakan "Jangang" . Aktivitas peternakan ayam kampung telah ada sejak zaman dahulu. Untuk membahas perkembangan ayam kampung akan kami posting pada artikel selanjutnya.
Prospek bisnis ayam kampung kini mulai mendapat tempat yang menjanjikan di pasaran. Usaha peternakan ayam kampung yang selama ini dilakukan secara tradisional dan hanya dalam skala rumahan, kini mulai berubah menjadi cara beternak yang lebih modern seperti layaknya memelihara ayam ras ataupun ayam komersial lainnya. cara beternak ayam kampung modern itu memang membawa dampak positif bagi para peternak. Bagaimana tidak, kalau sebelumnya beternak ayam kampung baru didapat hasil ekonomisnya setelah ayam berusia 3 bulan atau lebih, sekarang peternak hanya butuh waktu sekitar 45-60 hari saja untuk bisa panen, sebagaimana dilansir oleh para peternak ayam kampung modern di salah satu website.
Ayam kampung merupakan hewan unggas yang banyak di gemari olahan dagingnya oleh para penikmat kuliner. Hal itu disebabkan oleh keunggulan daging maupun telur ayam kampung bila dibandingkan dengan daging ayam yang lainnya. Saya sendiri kalau dihadapkan dengan beberapa olahan daging ayam yang berbeda jenis, maka saya akan memilih olahan daging ayam kampung. Sebagai kota terbesar di Indonesia bagian timur, kota Makassar mempunyai potensi besar untuk bewira usaha. Termasuk usaha beternak ayam kampung ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar